Selasa, 10 Januari 2017

Benarkah Bumi Sejatinya Datar, Bukan Bulat?


Sebuah surat terbuka ditujukan untuk Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Thomas Djamaluddin. Pengirim, yang mengatasnamakan diri 'Admin FE101 Forum' menggugat pernyataan sang astronom bahwa paham yang meyakini bumi datar (flat earth/FE) adalah "dongeng khayalan".

"Kami mempublikasikan FE karena sadar adanya sistem multidimensi yang zalim di seluruh dunia yang -- tanpa disadari banyak orang -- dibuat oleh elite global untuk memperkaya mereka dengan memiskinkan umat manusia lain di dunia," kata pengirim surat terbuka tersebut.

Lepas dari apa yang disampaikan forum tersebut, anggapan bahwa Bumi itu bulat sudah lama ada.

Sejarah mencatat, pada Abad ke-19 penulis Inggris, Samuel Rowbotham yang mengemukakan hipotesis bahwa Bumi itu datar, mirip piring. Best Profit Futures

Kemudian, warga Inggris bernama Samuel Shenton mendirikan International Flat Earth Research Society, disingkat dengan Flat Earth Society, pada 1956.

Tujuan utama Shenton adalah menjangkau anak-anak sebelum mereka terlanjur percaya bahwa Bumi itu bulat.

Ia mendapat banyak publisitas, tapi perlombaan angkasa menggerus dukungan kepadanya. Setelah meninggal pada 1971, ia digantikan oleh Charles K. Johnson, seorang pendukung bumi datar dari California.
Johnson terus meningkatkan keanggotaan organisasi hingga sekitar 3.000 orang dan meluangkan waktu bertahun-tahun untuk mempelajari teori bumi datar maupun bulat.

"Jika memang berbentuk bulatan, permukaan badan air seharusnya melengkung. Johnson telah memeriksa permukaan Danau Tahoe dan Laut Salton tanpa bisa mendeteksi lengkungan apapun."
Kelompok itu menciut pada 1990-an setelah suatu kebakaran di kantor pusatnya dan kematian Johnson pada 2001.

Jauh sebelumnya, konon, sejumlah pelaut pada masa lalu, termasuk sejumlah awak kapal penjelajahan Columbus didera kekhawatiran, mereka berlayar terlalu jauh dan jatuh dari tepian Bumi.


Teori bumi datar juga pernah dijelaskan dalam sebuah tayangan yang diunggah dalam situs berbagi video.

"Seandainya Bumi tidak bulat melainkan datar seperti piring...dengan kepadatan dan ketebalan yang tepat, hidup di tengah-tengahnya terasa sangat normal (seperti yang kita rasakan saat ini)," kata Michael Stevens, dalam serial Vsauce.

Kehidupan akan berpusat di tengah Bumi. "Namun, jika Anda bergerak ke tepian, gravitasi di piringan Bumi tidak simetris, condong, mendorong makin kuat."

Video tersebut juga menunjukkan, apa yang bakal terjadi jika seseorang berlari menuju tepian Bumi. Rasanya seperti menaiki tangga yang teramat curam.

Mungkin tak sampai bikin mati, tapi ia pastilah amat kelelahan dan didera kekhawatiran bakal terpelanting ke belakang -- ke tengah planet manusia.

Stevens juga menyebut seseorang tak mungkin jatuh dari piringan Bumi. Berkat gaya gravitasi. Beda dengan pendukung flat earth lain yang menyebut gravitasi mitos belaka.

Dia menambahkan, ujung dunia berbentuk datar. Dekat dengan angkasa, sehingga orang yang ada di sana serasa terbang dengan pesawat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar